Jalan Berlumpur di Beutong Ateuh Dikeluhkan, Akses Sekolah Anak Terganggu

Avatar photo

Thata Mandala Putra

16 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jalan Berlumpur di Beutong Ateuh Dikeluhkan, Akses Sekolah Anak Terganggu

THETIMESNEWS ID Nagan Raya – Kondisi jalan berlumpur di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menjadi keluhan utama masyarakat pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Hingga kini, akses jalan yang rusak belum tertangani secara maksimal dan dinilai menghambat aktivitas warga, terutama pendidikan anak-anak sekolah.

Salah seorang warga, Hamiton, mengaku kondisi jalan yang dipenuhi lumpur setiap hari menyulitkan masyarakat, khususnya para orang tua yang harus mengantar dan menjemput anak ke sekolah.

“Setiap pagi dan siang kami harus melewati jalan berlumpur untuk mengantar dan menjemput anak sekolah. Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat,” ujar Hamiton saat ditemui usai menjemput anaknya pulang sekolah, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: 

Menurut Hamiton, masyarakat telah hampir lima bulan bertahan dengan kondisi jalan rusak yang sulit dilalui, terutama saat hujan turun.

Selain mengganggu aktivitas pendidikan, kerusakan akses jalan juga berdampak terhadap mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ia menyebutkan, jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari pendidikan, distribusi kebutuhan pokok hingga aktivitas sosial masyarakat.

“Hampir lima bulan kami melewati jalan seperti ini. Anak-anak sekolah juga terdampak karena akses pendidikan jadi sulit. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah pedalaman tersebut.

Jika pembangunan permanen belum memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat, masyarakat meminta adanya solusi sementara berupa pengerasan jalan menggunakan material sirtu atau serak agar kendaraan dapat melintas lebih aman.

“Kalau belum bisa diaspal, setidaknya bantu pengerasan dulu supaya anak-anak sekolah dan masyarakat bisa melintas dengan lebih aman,” harapnya.