Terbongkar! Jaringan Narkoba Antar-Provinsi Asal Aceh Digulung di Lampung

Avatar photo

Redaksi

14 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Terbongkar! Jaringan Narkoba Antar-Provinsi Asal Aceh Digulung di Lampung

JAKARTA – Korps Bhayangkara kembali mencatatkan keberhasilan besar dalam perang melawan peredaran gelap narkotika. Tim Gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 150 kilogram yang diduga berasal dari jaringan sindikat internasional Golden Triangle.

Operasi senyap yang dilakukan pada Rabu (13/05) dini hari tersebut berlokasi di kawasan pesisir Sumatera perairan internasional. Selain mengamankan barang bukti, petugas juga meringkus lima orang tersangka yang berperan sebagai kurir dan pengendali lapangan.

Kronologi Pengungkapan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyatakan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan intelijen selama dua bulan terakhir. Para pelaku diketahui menggunakan modus operandi ship-to-ship, yakni memindahkan barang haram di tengah laut untuk mengelabui radar petugas.

"Kami melakukan pengejaran terhadap kapal nelayan yang tampak mencurigakan. Setelah dilakukan penggeledahan, tim menemukan 150 bungkus plastik kemasan teh China yang disembunyikan dalam kompartemen rahasia di bawah dek kapal," ujar perwakilan Polri dalam konferensi pers di Jakarta.

Dampak dan Langkah Tegas

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa dengan digagalkannya peredaran ini, setidaknya 750.000 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Beberapa poin penting terkait kasus ini meliputi:

Identitas Tersangka: Kelima tersangka berinisial AR (34), MS (41), JF (29), K (45), dan RT (38).

Pasal yang Disangkakan: Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman Hukuman: Maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Komitmen Pemerintah

Pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri menegaskan tidak ada ruang bagi bandar narkoba di Indonesia. Fokus saat ini adalah melakukan pengejaran terhadap aktor intelektual (pendana) yang diduga berada di luar negeri.

"Kami terus memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian internasional (Interpol) untuk memutus mata rantai distribusi narkoba yang masuk ke wilayah hukum Indonesia," pungkasnya.