Wall Street Menguat, Cisco Melejit di Tengah Optimisme AI

Avatar photo

Irwandi Saputra

15 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wall Street Menguat, Cisco Melejit di Tengah Optimisme AI

Wall Street Menguat, Cisco Melejit di Tengah Optimisme AI

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak menguat pada perdagangan Kamis (15/5), membuka peluang bagi indeks utama Wall Street untuk kembali mencetak rekor baru. Sentimen pasar ditopang penguatan sektor teknologi, optimisme perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta meredanya kekhawatiran geopolitik global.

Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average tercatat naik 0,8%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,3% menjelang pembukaan pasar. Reli saham teknologi menjadi motor utama penguatan pasar dalam beberapa sesi terakhir. Menurut analis pasar dari Wedbush Securities, Dan Ives, sektor teknologi saat ini masih menjadi pusat perhatian investor global.

“AI tetap menjadi tema utama pasar tahun ini, dan investor masih agresif mencari eksposur pada saham teknologi berkualitas,” ujar Dan Ives dalam analisanya terkait reli saham teknologi AS.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah WTI bergerak stabil di kisaran US$101 per barel. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan pembicaraan terkait Iran dan jalur perdagangan global di Selat Hormuz. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun ke level 4,44% dari sebelumnya 4,48%, menandakan investor mulai kembali masuk ke aset berisiko seperti saham.

Trump dan Xi Bahas Perdagangan hingga Taiwan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah menyelesaikan pertemuan tertutup dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perdagangan internasional, ketegangan Taiwan, hingga stabilitas jalur pelayaran global.

Pengamat hubungan internasional dari Eurasia Group, Ian Bremmer, menilai komunikasi langsung kedua pemimpin menjadi sinyal positif bagi pasar.

“Pasar selalu merespons positif ketika AS dan China membuka ruang dialog, terutama terkait perdagangan dan stabilitas geopolitik,” kata Ian Bremmer dalam analisis geopolitiknya.

Investor berharap komunikasi kedua negara dapat meredakan ketegangan perang dagang yang sempat membebani rantai pasok global dalam beberapa tahun terakhir.

Cisco Naik Tajam Setelah Fokus Besar ke AI

Saham Cisco melonjak sekitar 15% dalam perdagangan pra-pasar setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan di atas ekspektasi analis.

Cisco membukukan pendapatan kuartal ketiga fiskal sebesar US$15,84 miliar dengan laba disesuaikan mencapai US$1,06 per saham. Selain itu, perusahaan juga mengumumkan restrukturisasi bisnis untuk memperbesar investasi di sektor AI, keamanan siber, silikon, dan optik.

Analis teknologi dari Morgan Stanley, Meta Marshall, menyebut langkah Cisco sebagai transformasi penting perusahaan menuju era AI.

“Cisco sedang mengubah model bisnisnya agar lebih relevan dalam ekosistem AI modern,” ujar Meta Marshall dalam catatan riset sektor teknologi.

Meski demikian, restrukturisasi tersebut diperkirakan memicu biaya sekitar US$1 miliar, termasuk untuk program pemutusan hubungan kerja (PHK).

IPO Cerebras Uji Minat Investor pada Saham AI

Pasar juga menyoroti debut perdagangan saham Cerebras yang dijadwalkan mulai diperdagangkan hari ini. Perusahaan chip AI itu menetapkan harga IPO sebesar US$185 per saham, jauh di atas kisaran awal yang diproyeksikan sebelumnya. Cerebras berpotensi menghimpun dana hingga US$5,55 miliar dari penawaran saham perdana tersebut.

Menurut analis IPO Renaissance Capital, Matthew Kennedy, tingginya valuasi Cerebras menunjukkan antusiasme investor terhadap sektor AI masih sangat kuat.

“Permintaan terhadap perusahaan AI premium masih sangat tinggi di pasar modal AS,” jelas Matthew Kennedy dalam laporan pasar IPO terbaru.

Debut Cerebras dipandang sebagai salah satu ujian besar selera investor terhadap saham AI generasi baru setelah reli besar Nvidia dan perusahaan teknologi lainnya.

Doximity Tertekan Setelah Proyeksi Pendapatan Mengecewakan

Berbeda dengan Cisco, saham Doximity justru anjlok sekitar 23% setelah perusahaan mengeluarkan proyeksi pendapatan yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Doximity melaporkan pendapatan kuartalan sebesar US$145,4 juta dengan laba disesuaikan 26 sen per saham. Namun prospek pendapatan kuartal berikutnya dinilai belum mampu memenuhi harapan investor.

Analis kesehatan digital dari Jefferies, Glen Santangelo, menyebut pasar kini lebih selektif terhadap saham teknologi kesehatan.

“Investor mulai menuntut profitabilitas dan pertumbuhan yang lebih konsisten dari perusahaan health-tech,” ujar Glen Santangelo dalam ulasan sektor layanan kesehatan digital.

Tekanan terhadap saham Doximity memperlihatkan bahwa pasar saat ini tidak hanya mengejar narasi pertumbuhan, tetapi juga menuntut fundamental bisnis yang solid.