Wali Kota Illiza Besuk Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2 di RSUZA

Avatar photo

Mirza Putra

13 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wali Kota Illiza Besuk Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2 di RSUZA

THETIMESNEWS.ID | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, membesuk para korban insiden letupan di ruang mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Dr. Zainoel Abidin, Jumat (12/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Illiza didampingi Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, serta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran rombongan bertujuan memberikan dukungan moril kepada para korban dan keluarga yang tengah menghadapi musibah tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 15 korban dalam insiden tersebut, terdiri atas 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati dan satu anak buah kapal (ABK). Seluruh korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh akibat letupan yang diduga berasal dari tabung tekanan hidrolik di ruang mesin kapal.

Saat meninjau ruang perawatan, Illiza menyampaikan harapan agar seluruh korban segera pulih dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Semoga seluruh korban lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali,” ujar Illiza.

Ia juga meminta pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan medis secara maksimal kepada seluruh korban agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Kepada pihak keluarga, semoga selalu diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran,” katanya.

Selain itu, Illiza menekankan pentingnya investigasi menyeluruh terhadap penyebab insiden tersebut. Menurutnya, penguatan standar operasional prosedur (SOP) perlu dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kejadian ini harus diusut hingga tuntas oleh pihak yang berwenang. Segala SOP juga perlu diperkuat demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” ujarnya.

Ia menilai musibah tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar apabila terjadi saat kapal sedang berlayar.

“Untungnya musibah ini terjadi ketika kapal sedang bersandar di pelabuhan. Tentu keadaannya akan jauh lebih berbahaya apabila terjadi saat kapal berada di tengah laut,” tambahnya.

Diketahui, insiden letupan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh–Sabang sekitar pukul 12.00 WIB di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh Tim Inafis Polresta Banda Aceh yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pihak berwenang juga masih mengumpulkan keterangan dan melakukan identifikasi teknis guna memastikan faktor penyebab terjadinya letupan di ruang mesin kapal tersebut.