THETIMESNEWS.ID | BANDA ACEH – Upaya pelestarian seni budaya Islami Aceh terus digalakkan. Perkumpulan Majelis Seniman Aceh (MaSA) bersama Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) resmi membentuk Sanggar Meurukon UBBG, yang disebut sebagai grup meurukon mahasiswa pertama di Kota Banda Aceh.
Pembentukan sanggar tersebut menjadi bagian dari program bertajuk “Festival Meurukon – Seni Tradisi Aceh yang Hampir Punah”, yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana Bidang Pendayagunaan Ruang Publik Tahun 2025.
Ketua Umum MaSA, Chairiyan Ramli, mengatakan pemilihan mahasiswa UBBG sebagai mitra pembentukan grup meurukon baru merupakan bagian dari komitmen pelestarian budaya Aceh di kalangan generasi muda.
Menurutnya, kerja sama tersebut diperkuat melalui kesepakatan antara MaSA dan pihak UBBG yang dijembatani oleh dosen UBBG, Dr. Zahraini, beberapa bulan lalu.
“UBBG menjadi mitra andalan kami dalam mengembangkan budaya di kalangan anak muda Aceh. Kami berharap pembentukan Sanggar Meurukon UBBG dapat menjadi warisan bagi generasi muda untuk tetap mempertahankan seni dan budaya Islami Aceh,” ujar Chairiyan di Banda Aceh, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, sanggar tersebut diprakarsai oleh Dr. Zahraini dan dikoordinasikan Bidang Kemahasiswaan UBBG melalui Asifa Askan.
Sementara itu, Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter bagi mahasiswa agar mencintai budaya daerah sekaligus memahami nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam tradisi meurukon.
“Syair-syair dalam meurukon sarat dengan tuntunan agama yang menjadi pegangan hidup masyarakat Aceh. Kami berterima kasih kepada Dr. Zahraini yang menggagas kegiatan ini, serta MaSA yang telah melatih mahasiswa UBBG hingga mampu tampil dalam pertunjukan seni budaya,” ujar Lili.
Ketua Panitia kegiatan, Thayeb Loh Angen, menjelaskan pelatihan meurukon telah berlangsung secara rutin selama lebih dari satu bulan dan akan terus dilaksanakan hingga 22 Juni 2026, menjelang pertunjukan puncak pada 23 Juni 2026.
Pelatihan tersebut menghadirkan pelatih meurukon, Syeh Ismail Husen, yang didampingi Yakob Samalanga dalam membina mahasiswa yang tergabung dalam Sanggar Meurukon UBBG.
“Peserta menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti latihan. Mereka memiliki kecintaan terhadap budaya daerah,” kata Thayeb.
Selain pembentukan grup baru di UBBG, MaSA juga menjalankan pelatihan meurukon untuk grup senior di wilayah Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, sejak usai Ramadan 1447 Hijriah.
Sebagai tindak lanjut, rangkaian kegiatan Festival Meurukon akan mencakup pelatihan, workshop di kampus UBBG, pameran, hingga pertunjukan puncak yang dijadwalkan berlangsung di Taman Seni dan Budaya Aceh pada 23 Juni 2026.
Melalui pembentukan Sanggar Meurukon UBBG, diharapkan seni tradisi meurukon yang mulai jarang diminati dapat kembali hidup dan berkembang di tengah generasi muda Aceh, sekaligus menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai budaya dan keislaman yang diwariskan para leluhur.
Editor : Mirza


Komentar via Facebook