Tak Lagi Bergantung Gelombang Radio, ORC Aceh Hadirkan Komunikasi HT Berbasis Digital

Avatar photo

Redaksi

04 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tak Lagi Bergantung Gelombang Radio, ORC Aceh Hadirkan Komunikasi HT Berbasis Digital

ACEH — ORC Indonesia Perwakilan Aceh memperkenalkan penggunaan HT POC (Push-to-Talk over Cellular) sebagai alternatif komunikasi yang memanfaatkan jaringan internet, baik melalui data seluler maupun WiFi.

Berbeda dengan radio komunikasi konvensional yang mengandalkan frekuensi dan gelombang radio, HT POC bekerja menggunakan jaringan internet. Dengan konsep tersebut, komunikasi tidak ditentukan oleh jangkauan pancaran gelombang radio, tetapi bergantung pada ketersediaan jaringan internet pada perangkat.

Teknologi ini memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan anggota lain yang berada di wilayah berbeda selama perangkat terhubung dengan jaringan data atau WiFi. Hal tersebut membuka peluang komunikasi yang lebih luas, termasuk antarwilayah di Aceh maupun daerah lainnya.

Melalui komunitas ORC Indonesia Perwakilan Aceh, HT POC tidak hanya dimanfaatkan sebagai perangkat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membangun silaturahmi, kebersamaan, pertukaran informasi dan koordinasi antaranggotanya.

Konsep komunikasi berbasis internet tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang menginginkan komunikasi praktis tanpa harus bergantung pada keterbatasan jangkauan sebuah pemancar radio.

“Komunikasi tanpa batas jarak, selama terhubung dengan jaringan internet.” Semangat tersebut menjadi bagian dari ajakan ORC Indonesia Perwakilan Aceh kepada masyarakat untuk mengenal dan bergabung dalam komunitasnya.

ORC Indonesia Perwakilan Aceh juga menekankan pentingnya membangun komunitas yang solid, cepat dalam berbagi informasi serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Bagi masyarakat yang tertarik mengenal atau bergabung dalam komunitas HT POC ORC Indonesia Perwakilan Aceh, informasi dapat diperoleh melalui kontak 085260717323.

ORC Indonesia Perwakilan Aceh
“Jelajah Dunia Tanpa Batas.”