THETIMESNEWS.id | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus memperkuat partisipasi publik dalam tata kelola pemerintahan yang transparan melalui program sosialisasi “Berani Lapor Goes to Campus”. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin, di Aula Azwar Abu Bakar, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Ar-Raniry, Darussalam, Kamis (18/6/2026).
Program yang mengusung tema “Berani Lapor” itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai mekanisme pengaduan publik melalui aplikasi SP4N-LAPOR!. Kegiatan yang dikoordinasikan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Kota Banda Aceh tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UIN Ar-Raniry.
Dalam sambutannya, Jalaluddin menegaskan bahwa SP4N-LAPOR! merupakan jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan akuntabel.
“Melalui pengaduan berbasis aplikasi, masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat menyampaikan aspirasi dan laporan secara efektif tanpa harus datang langsung. Ini menjadi sarana penting untuk membangun Kota Banda Aceh yang lebih tertib dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan publik,” ujar Jalaluddin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kota Banda Aceh, Ir. Jubir, bersama Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muji Mulia, menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh perwakilan Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri RI Rega Tadeak, Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dian Rubianty, serta Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Diskominsa Aceh, Safrizal.
Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muji Mulia, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FISIP sebagai mitra kolaborasi dalam program tersebut. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial di tengah perkembangan era digital.
“Melalui sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen sosial yang aktif dalam mengawal pelayanan publik dan mendorong terwujudnya pemerintahan yang transparan,” katanya.
Kegiatan di UIN Ar-Raniry merupakan sosialisasi kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (USK). Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas edukasi kebijakan serta mendekatkan berbagai layanan publik kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan mekanisme pengaduan publik semakin meningkat sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.


Komentar via Facebook