THETIMESNEWS.ID | Kota Janthoe – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana hidrometeorologi melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta sinkronisasi data pemulihan di wilayah terdampak.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi yang digelar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Jumat (15/5/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dan dihadiri para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Posko Satgas Pusat, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, serta Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera.
Perwakilan Satgas PRR Sumatera, Imran, menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan perhatian serius terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. Pemerintah pusat, kata dia, terus mendorong percepatan pemulihan infrastruktur dan kawasan terdampak, meliputi jalan, jembatan, irigasi hingga perumahan masyarakat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa percepatan tersebut membutuhkan dukungan data yang akurat, valid, dan terintegrasi dari pemerintah daerah.
“Laporan perkembangan implementasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) masih perlu ditingkatkan agar progres pemulihan dapat dipantau bersama serta memudahkan intervensi pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan,” ujar Imran dalam rapat tersebut.
Selain penguatan data, Satgas PRR juga mendorong percepatan realisasi dana Transfer ke Daerah (TKD) yang telah tersedia guna mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.
Satgas turut menekankan pentingnya mengaktifkan kembali posko penanganan bencana sebagai pusat koordinasi dan pelaporan satu pintu agar komunikasi lintas sektor dapat berjalan lebih efektif dan terarah sebagaimana pada masa tanggap darurat awal bencana.
Sementara itu, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu dilibatkan secara maksimal dalam setiap tahapan perencanaan maupun pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi agar pembangunan yang dilakukan benar-benar terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Koordinasi dan komunikasi harus diperkuat agar pemerintah daerah mengetahui secara jelas program-program yang berjalan dan dapat ikut mengawal pelaksanaannya di lapangan,” kata Muharram Idris.
Bupati yang akrab disapa Syech Muharram itu juga berharap masyarakat terdampak bencana dapat diberdayakan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah tersebut dinilai penting agar pemulihan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.
“Kita berharap masyarakat terdampak bencana ini ikut diberdayakan dalam proses pemulihan agar mereka juga memperoleh manfaat ekonomi dari program rehabilitasi dan rekonstruksi seperti yang dilakukan pascabencana tsunami dulu,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Aceh Besar siap mendukung percepatan pemulihan pascabencana melalui penguatan data, koordinasi terpadu lintas sektor, serta optimalisasi pelaksanaan program di lapangan demi mempercepat pemulihan masyarakat dan kawasan terdampak.


Komentar via Facebook