Pascabencana, Aceh Tamiang Bangkit: 155 Hektare Sawah Kembali Produktif Lewat Panen Raya

Avatar photo

Redaksi

31 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pascabencana, Aceh Tamiang Bangkit: 155 Hektare Sawah Kembali Produktif Lewat Panen Raya

ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mempercepat pemulihan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya membangkitkan perekonomian masyarakat pascabencana. Bersama Kementerian Pertanian dan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat, Pemkab Aceh Tamiang menggelar panen raya di Kampung Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Kamis (29/10/2026).

Panen raya tersebut menjadi bukti nyata kebangkitan sektor pertanian setelah ribuan hektare lahan persawahan di Aceh Tamiang mengalami kerusakan akibat bencana yang melanda wilayah tersebut akhir tahun lalu.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, turun langsung memimpin kegiatan sekaligus meninjau hasil pemulihan lahan pertanian dan infrastruktur pendukung.

Diketahui, dari total lebih dari 8.000 hektare lahan persawahan di Aceh Tamiang, sekitar 6.000 hektare di antaranya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat bencana. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas pertanian dan berdampak terhadap penghasilan masyarakat petani.

Namun, melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Pertanian, Kodim Aceh Tamiang, serta program Optimalisasi Lahan (Oplah), proses pemulihan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui optimalisasi lahan seluas 155 hektare di Kampung Paya Meta yang kini kembali produktif.

Bupati Armia Pahmi menyampaikan bahwa keberhasilan mengembalikan fungsi lahan pertanian tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak.

“Aceh Tamiang merupakan daerah yang paling parah terdampak bencana sebelumnya. Namun, berkat kerja sama yang solid, lahan yang dulunya rusak kini mulai dapat dimanfaatkan kembali oleh para petani dengan hasil yang memuaskan,” ujar Armia.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Perencanaan dan Pengendalian Satgas PRR Pusat sekaligus Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh, Imran. Ia menilai sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait telah memberikan kontribusi nyata dalam menghidupkan kembali sektor pertanian Aceh Tamiang.

Menurutnya, panen raya di lahan optimalisasi seluas 155 hektare menjadi indikator positif bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi mulai memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Imran menyebutkan, produktivitas panen saat ini berada pada kisaran lima hingga enam ton per hektare. Ke depan, pemerintah berharap hasil produksi dapat meningkat mencapai tujuh hingga delapan ton per hektare.

“Kalau sekarang antara lima sampai enam ton per hektare, kita berharap nanti bisa sampai tujuh atau delapan ton per hektare, sehingga kita bisa menjamin bahwa pemulihan itu sudah berjalan dengan baik dan bermanfaat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (BRMP PKH), Agus Susanto, turut mengapresiasi pelaksanaan program Optimalisasi Lahan di Aceh Tamiang.

Ia menyampaikan bahwa program tersebut mampu mengembalikan fungsi lahan yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana menjadi area pertanian produktif dan menghasilkan panen.

Keberhasilan panen raya ini diharapkan menjadi momentum percepatan pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang optimistis melalui dukungan pemerintah pusat, pendampingan teknis, serta penguatan infrastruktur pertanian, sektor pertanian daerah tersebut dapat kembali tumbuh dan menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan.

Pemulihan lahan persawahan bukan sekadar mengembalikan aktivitas produksi, tetapi juga menjadi langkah penting dalam membangun kembali kesejahteraan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.