Jawa Tengah - dilansir Cerita dari RedMist didalam kepercayaan masyarakat di Nusantara, terutama yang sangat kental dengan tradisi dan primbon, terdapat beberapa tanaman yang diyakini memiliki energi alami atau ber-tuah untuk menangkal berbagai gangguan gaib, santet, maupun makhluk halus.
Berikut dibawah ini jenis-jenis tanaman yang diyakini sebagai Pagar gaib penangkal Bala atau kejahatan adalah, ada beberapa tanaman yang paling dikenal oleh masyarakat sebagai penghalang energi negatif:
•Bambu Kuning (Pring Kuning):
Berbeda dengan bambu biasa yang sering menjadi tempat bersarangnya entitas tertentu, bambu kuning justru sering ditanam di depan rumah sebagai pagar gaib. Tanaman ini dipercaya dapat memancarkan energi yang ditakuti oleh makhluk astral dan mampu menolak niat jahat dari seseorang.
•Daun Kelor:
Sangat terkenal dalam dunia spiritual untuk melunturkan ilmu hitam, santet, atau pelet. Sabetan daun kelor diyakini bisa mencabut kekuatan gaib seseorang (seperti susuk) dan menetralisir ruangan yang terasa berat karena kehadiran entitas yang negatif.
•Pohon Bidara:
Daun bidara tersebut sangat identik dengan proses pembersihan gaib. Makhluk halus diyakini sangat tidak menyukai energi dan karakter dari daun ini, sehingga sering diremas dalam air untuk membasuh area yang diyakini menjadi titik kumpul energi gelap.
•Tebu Ireng (Tebu Hitam):
Sering ditanam di pekarangan untuk menyerap aura negatif dan membelokkan serangan gaib. Ada kepercayaan bahwa tebu ireng dengan daun yang juga berwarna gelap memiliki kekuatan luar biasa sebagai penangkal yang paling kuat.
•Bangle:
Tumbuhan sejenis rimpang (jahe-jahean) yang aromanya sangat menyengat. Biasanya potongan bangle diselipkan di bawah bantal, peniti, atau dibawa untuk mencegah gangguan dari makhluk halus, terutama yang suka mengganggu bayi atau ibu yang sedang hamil.
•Pohon Gaharu:
Kayunya memiliki aroma wangi yang khas dan mistis. Selain sering digunakan untuk keperluan ritual, aroma gaharu dipercaya dapat membersihkan aura sebuah tempat dari sisa-sisa energi entitas gaib.
Demikian lah beraneka ragam tradisi masyarakat di Nusantara sejak zaman dahulu sejak zaman nenek moyang meyakini bahwa tumbuhan atau tanaman tersebut sebagai alternatif penangkal gaib yang sifatnya negative sebagai pelindung.
Bagaimana di Daerah Anda apakah masih dipercaya dan ada kegiatan khusus untuk menangkal hal-hal yang di anggap sebagai bentuk satu perbuatan negative oleh mahkluk Astral yang akan merugikan ?


Komentar via Facebook