Musikalisasi Wayang Jendra dikemas Dalam Bentuk Drama

Avatar photo

FIYANTINO

14 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Musikalisasi Wayang Jendra dikemas Dalam Bentuk Drama

Foto: Mas Ajis beserta Team Drama Wayang Jendra. Hasil Jepretan Foto: Bang Raymon

Jakarta - kisah cerita ini berlatar belakang seorang anak bernama JAMA DAGNI yang ingin menjadi seorang kesatria sejati ia harus menempuh jalan dharma kebajikan, ditengah perjalannya ia harus menerima takdir bahwa, ia harus di hadapkan pada kenyataan bahwa, ada penghalang dalam menempuh jalan Dharma itu.

Penghalangnya adalah  ternyata Ibunya sendiri sungguh, suatu pergulatan bathin yang sangat berat bertarung di jiwanya diantara kebajikan dan kehancuran tatanan hidup yang akan menjadi pilihan tersulit bagi seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri.

Wayang ini dengan latar belakang adegan seorang anak yang menjalankan laku hidupnya dalam menegakkan Dharma Kebenaran hingga ia rela membunuh ibu kandungnya sendiri demi menegakkan jalan Dharma kebajikan di muka bumi ini.

karena seorang ibu yang  sangat dicintainya telah mengotori bumi dengan prilakunya sendiri bahkan telah menyimpang dari jalan Dharma kebajikan.

Singkat cerita, di dalam adegan ini sang anak membunuh ibunya itu atas restu dari sang ayah yang rela untuk kehilangan istri tercintanya demi menunaikan tugas Dharma anaknya di dalam menegakkan kebenaran di muka bumi.

Sebab akibat perbuatan istrinya sebagai ibu telah bertindak kurang baik, akibat perbuatan perselingkuhannya dan dengan rasa penyesalan mendalam harus menanggung beban dosa sebagai seorang istri seorang resi yang bernama RESI WISANG GENI.

Ternyata sang ibu sudah merelakan dirinya harus mati di tangan anak kandungnya sendiri sebagai takdir atas perbuatanya yang berlumur dosa.

Adegan drama musik Wayang Jendro di sajikan dalam kurun waktu pementasan hanya 30 menit. Di dalam drama ini, di perankan juga oleh seorang penari yg bercerita tentang tragedi nasib sang anak JAMADAGNI dan Harus membunuh ibu kandungnya sendiri RENUKO demi menjalankan Dharma kebajikannya, sungguh tragis dan menyayat hati dan sangat pilu dalam alunan suluk sang dalang menyampaikan pesannya melalui tarian dan gerak wayang yang memukau Penonton di tambah lagi dengan alunan musik yang membuat hati pilu.

Pementasan ini penuh dengan pesan moral yang di sampaikan, adegan haru  dan sedih, pilu bahkan menyayat hati tetapi juga memberikan rasa hiburan yang membangun kesadaran kita agar menjadi manusia seutuhnya, mampu menjadi manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kebenaran serta  kebajikan.

tanpa kompromi untuk bertarung ia melawan keangkaramurka'an di muka bumi, meski harus di hadapkan pada darah dagingnya sendiri, kebenaran harus tetap di tegakkan.

Berharap, musikalisasi Wayang Jendra dapat menjadi inspirasi bagi para pecinta seni dan Budaya khususnya generasi muda untuk dapat menciptakan karya baru. Bukan hanya sekedar Impian tetapi juga menyemangati filosofi hidup yang tak lekang oleh waktu dan zaman.