Mubes IPPSM Banda Aceh Segera Digelar di Samalanga, Panitia Intensifkan Persiapan

Avatar photo

Redaksi

17 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Mubes IPPSM Banda Aceh Segera Digelar di Samalanga, Panitia Intensifkan Persiapan

THETIMESNEWS.ID | BIREUEN – Panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Samalanga–Simpang Mamplam (IPPSM) Banda Aceh kembali menggelar pertemuan sebagai bagian dari upaya mematangkan persiapan pelaksanaan Mubes yang direncanakan berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Camat Samalanga.

Pertemuan yang berlangsung pada Minggu malam, 17 Mei 2026, tersebut digelar di Bintang Kupi Samalanga sebagai bagian dari konsolidasi panitia guna memastikan kesiapan pelaksanaan Mubes berjalan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Forum koordinasi itu juga dimanfaatkan sebagai ruang penyamaan persepsi antar unsur kepanitiaan dalam menyukseskan agenda besar mahasiswa Samalanga dan Simpang Mamplam tersebut.

Mubes IPPSM tahun ini tidak hanya menjadi forum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi, tetapi juga akan dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal (berlebaran bersama) serta temu kangen mahasiswa asal Samalanga dan Simpang Mamplam, sebagai momentum mempererat ukhuwah, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa.

Pertemuan malam itu difokuskan pada pembahasan berbagai kebutuhan strategis dan teknis pelaksanaan Mubes, meliputi kesiapan lokasi, mekanisme agenda, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara tertib, partisipatif, dan sesuai dengan prinsip kelembagaan organisasi.

Salah satu Steering Committee (SC) Mubes IPPSM Banda Aceh, Subhan, A.Md, menyampaikan bahwa koordinasi yang dilakukan bertujuan memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal, sehingga pelaksanaan Mubes tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi sarana memperkuat konsolidasi mahasiswa asal Samalanga dan Simpang Mamplam.

“Pembahasan malam ini berfokus pada teknis pelaksanaan dan berbagai kebutuhan Mubes IPPSM Banda Aceh agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara maksimal,” ujar Subhan.

Dalam pembahasan tersebut, panitia juga menegaskan bahwa proses pemilihan Ketua IPPSM Banda Aceh akan dilaksanakan secara demokratis, langsung, terbuka, dan independen, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip organisasi serta etika musyawarah.

Proses pemilihan ketua nantinya akan dilakukan secara langsung oleh peserta yang memiliki hak suara, yakni mahasiswa aktif yang terdaftar sebagai peserta Mubes. Sementara itu, alumni akan berstatus sebagai peninjau, dengan tetap memberikan pandangan dan masukan konstruktif demi penguatan organisasi.

Panitia menegaskan bahwa hasil pemilihan akan ditentukan berdasarkan hasil perhitungan suara yang sah dan transparan. Dengan demikian, siapa pun kandidat yang memperoleh suara terbanyak dari peserta yang memiliki hak pilih akan ditetapkan sebagai Ketua IPPSM Banda Aceh untuk periode kepengurusan mendatang.

Subhan juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dan profesionalisme seluruh unsur kepanitiaan selama proses Mubes berlangsung. Menurutnya, panitia memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk menjaga integritas forum demi menciptakan proses demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

“Saya berharap seluruh panitia dapat bekerja secara profesional, menjaga independensi, serta tidak berpihak kepada calon manapun. Kepanitiaan harus berdiri pada posisi netral agar proses Musyawarah Besar berjalan objektif, transparan, dan benar-benar mencerminkan aspirasi mahasiswa,” tegas Subhan.

Panitia menilai mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga independensi forum sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan berlangsung secara objektif, representatif, dan berorientasi pada kepentingan organisasi secara kolektif.

Melalui pelaksanaan Mubes ini, IPPSM diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, inklusif, dan memiliki komitmen kuat terhadap penguatan kapasitas organisasi, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan mahasiswa Samalanga dan Simpang Mamplam di Banda Aceh maupun berbagai daerah lainnya.