THETIMESNEWS. ID | JAKARTA – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., berharap Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dapat hadir langsung untuk membuka Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang akan digelar pada 24 Juni 2026 di Aceh Tengah, sekaligus meresmikan Taman Budaya yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah daerah.
Harapan tersebut disampaikan Haili Yoga saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan RI di Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E), Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Menurut Haili Yoga, PPN XIV merupakan agenda kebudayaan berskala internasional yang akan dihadiri perwakilan penyair dan budayawan dari 14 negara. Karena itu, pihaknya secara langsung menyampaikan undangan kepada Menteri Kebudayaan agar dapat membuka kegiatan tersebut sekaligus meresmikan Taman Budaya Aceh Tengah.
“Kami hadir langsung karena sebuah komitmen. Pada 24 Juni nanti akan dilaksanakan kegiatan yang dihadiri 14 negara. Undangan sudah kami sampaikan kepada Pak Menteri Kebudayaan, sekaligus kami berharap beliau dapat meresmikan Taman Budaya pada saat itu,” ujar Haili Yoga.
Ia menegaskan, masyarakat Gayo memiliki identitas budaya yang kuat dan terus menjaga nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mewajibkan penggunaan Bahasa Gayo dan pakaian adat Gayo pada hari-hari tertentu.
“Daerah kita adalah daerah Gayo yang identik dengan budaya. Setiap hari Kamis kami mewajibkan penggunaan Bahasa Gayo dan pakaian Gayo. Saat kegiatan yang menghadirkan banyak tamu dari luar daerah, petugas juga akan menggunakan pakaian adat Gayo untuk menyambut para tamu,” katanya.
Haili Yoga menjelaskan, berbagai kegiatan budaya nantinya akan dipusatkan di Lapangan Musara Alun sebagai upaya menghadirkan atraksi budaya yang mampu memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Daerah kita bukan hanya memiliki wisata alam yang indah, tetapi juga budaya yang harus terus dilestarikan. Karena itu kami ingin menghadirkan berbagai atraksi budaya sehingga para tamu yang datang dapat menikmati kekayaan budaya Gayo,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Taman Budaya akan menjadi pusat aktivitas kebudayaan di Aceh Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau Taman Budaya terwujud, ini bisa menjadi pusat kebudayaan di Aceh Tengah. UMKM masyarakat akan tumbuh. Masyarakat Gayo identik dengan seni dan budaya. Kita tidak ingin tamu datang tanpa melihat atraksi budaya yang menjadi ciri khas daerah kita, apalagi Aceh Tengah juga dikenal sebagai penghasil kopi terbaik,” katanya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi melalui Kepala Subdirektorat Tata Kelola Permuseuman, Ike Rofiqoh Fazri, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam memajukan kebudayaan.
“Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Pak Bupati. Upaya ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang peduli terhadap kebudayaan. Banyak daerah yang taman budayanya tidak lagi aktif, padahal pemerintah memiliki kewajiban memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia,” ujarnya.
Menurut Ike, kemajuan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kekuatan budaya yang dimiliki suatu daerah.
“Pariwisata yang maju tidak terlepas dari kebudayaan yang kuat. Saya yakin Gayo akan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang berkembang. Terima kasih kepada Pak Bupati Aceh Tengah yang telah menjadikan budaya sebagai penggerak pemajuan kebudayaan sekaligus penggerak perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap keberadaan Taman Budaya, museum, Warisan Budaya Takbenda (WBTB), serta berbagai potensi budaya lainnya di Aceh Tengah dapat terus dilestarikan dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Semoga Taman Budaya, museum, Warisan Budaya Takbenda (WBTB), dan berbagai potensi budaya di sana semakin lestari serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


Komentar via Facebook