Menhaj: Penguatan Layanan Kesehatan dan Pembenahan Mina Jadi Prioritas Penyelenggaraan Haji 2027

Avatar photo

Redaksi

04 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Menhaj: Penguatan Layanan Kesehatan dan Pembenahan Mina Jadi Prioritas Penyelenggaraan Haji 2027

JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan jemaah serta pembenahan pelayanan di Mina akan menjadi dua prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun mendatang. Kedua isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Dalam arahannya di Jakarta, Sabtu (4/7/2026), Irfan Yusuf menyampaikan bahwa meski pelaksanaan ibadah haji tahun ini memperoleh banyak apresiasi dan menunjukkan berbagai kemajuan, evaluasi menyeluruh tetap diperlukan agar kualitas pelayanan kepada jemaah terus meningkat.

Menurutnya, aspek kesehatan menjadi perhatian paling penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan jemaah. Meski angka kematian jemaah berhasil ditekan sekitar 25 persen dibandingkan sebelumnya, jumlah tersebut dinilai masih perlu terus ditekan melalui penguatan istithaah kesehatan sejak sebelum keberangkatan.

"Kesehatan menjadi perhatian khusus. Kita memang berhasil menekan angka mortalitas sekitar 25 persen, tetapi jumlahnya masih cukup besar. Karena itu, penguatan istithaah kesehatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji ke depan," ujar Irfan Yusuf.

Selain kesehatan, Menhaj juga menyoroti sejumlah inovasi yang telah diterapkan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Di antaranya pengelolaan kuota berbasis provinsi, efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji, hingga implementasi kartu Nusuk yang dinilai memberikan kemudahan bagi jemaah selama berada di Arab Saudi.

Meski demikian, seluruh inovasi tersebut akan tetap dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.

Secara khusus, Irfan Yusuf meminta agar persoalan pelayanan di Mina menjadi perhatian utama dalam Rakernas. Menurutnya, seluruh langkah perbaikan harus diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah Indonesia saat menjalankan rangkaian puncak ibadah haji.

"Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan," tegasnya.

Usai Rakernas, Kementerian Haji dan Umrah juga menggelar kegiatan retret sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan fisik dan mental sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kementerian.

"Kegiatan retret ini merupakan bagian dari persiapan kita agar semakin siap secara fisik, mental, sekaligus memperkuat bonding di antara seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah," katanya.

Menutup sambutannya, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta TNI dan Polri atas dedikasi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga semangat kolaborasi ini terus kita jaga untuk menghadirkan pelayanan haji Indonesia yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas," pungkasnya.