THETIMESNEWS.ID | Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mematangkan skema pergerakan jemaah pada fase puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) guna memastikan mobilitas jemaah berjalan aman, tertib, dan terkendali.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyebut fase Armuzna menjadi tahap paling krusial karena melibatkan jutaan jemaah dalam waktu dan lokasi terbatas. Untuk itu, Kemenhaj membentuk Satuan Operasional Armuzna guna mengatur pergerakan jemaah secara bertahap dan terukur.
Hingga hari ke-29 operasional haji 1447 H/2026 M, sebanyak 186.041 jemaah dalam 481 kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah dijadwalkan mulai 25 Mei 2026 dalam tiga gelombang. Wukuf di Arafah berlangsung 26 Mei 2026, dilanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina untuk pelaksanaan mabit serta lontar jumrah.
Kemenhaj mengimbau jemaah tetap bersama rombongan, mematuhi jadwal petugas, tidak memaksakan diri saat kondisi kesehatan menurun, serta menjaga stamina menjelang puncak ibadah haji.
“Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal,” ujar Maria.


Komentar via Facebook