Jemaah Haji Indonesia yang Sempat Hilang di Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia

Avatar photo

Redaksi

23 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jemaah Haji Indonesia yang Sempat Hilang di Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia

THETIMESNEWS.ID | Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Firdaus, jemaah haji Indonesia berusia 72 tahun asal Kloter JKG-27 yang sebelumnya dilaporkan hilang di Arab Saudi.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, mengatakan proses pencarian terhadap Muhammad Firdaus akhirnya membuahkan hasil setelah dilakukan koordinasi intensif bersama otoritas Arab Saudi dan tim petugas haji di lapangan.

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” ujar Hasan dalam keterangannya di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” lanjutnya.

Hasan turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit, petugas haji, serta masyarakat Indonesia yang ikut membantu dan mendoakan selama proses pencarian berlangsung.

Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga memastikan akan menyiapkan badal haji bagi almarhum yang nantinya dilaksanakan oleh petugas haji.

“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” jelas Hasan.

Selain itu, Hasan mengimbau seluruh jemaah dan petugas haji untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya jemaah lanjut usia, disabilitas, perempuan, serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Menurutnya, jemaah yang terlihat berjalan sendiri, kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan perlu segera dibantu dan diarahkan kepada petugas terdekat.

“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat atau pos layanan,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah yang membutuhkan bantuan tidak ragu menyampaikan kondisi mereka kepada petugas haji Indonesia yang bertugas di Tanah Suci.

“Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci,” pungkasnya.