Jalan Utama Rukoh Ditata, Pemko Banda Aceh Bongkar Bangunan di Atas Drainase

Avatar photo

Redaksi

07 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jalan Utama Rukoh Ditata, Pemko Banda Aceh Bongkar Bangunan di Atas Drainase

THETIMESNEWS.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melakukan penataan kawasan Jalan Lingkar Kampus UIN Ar-Raniry di Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Sabtu (6/6/2026). Langkah awal tersebut ditandai dengan penertiban bangunan dan kios yang selama ini berdiri di atas saluran drainase serta memanfaatkan ruang milik jalan.

Kegiatan penertiban melibatkan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh bersama sejumlah organisasi perangkat daerah, unsur kecamatan, aparatur gampong, serta pihak terkait lainnya. Proses berlangsung tertib dan kondusif, dengan sebagian bangunan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, sementara sisanya ditertibkan menggunakan alat berat yang disiapkan pemerintah.

Penertiban ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan dan perbaikan Jalan Utama Rukoh yang akan segera dimulai. Kawasan tersebut menjadi salah satu koridor strategis Kota Banda Aceh yang menghubungkan kawasan pendidikan dengan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Syiah Kuala.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menegaskan bahwa penertiban bukan dilakukan secara mendadak. Menurutnya, pemerintah telah melalui berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, pendataan hingga pemberian peringatan kepada pemilik bangunan.

“Ketika ada bangunan yang berdiri di lokasi yang tidak diperbolehkan, terlebih di atas saluran drainase, tentu harus dilakukan penertiban. Tahapan ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari dan prosesnya telah berlangsung cukup lama,” ujar Rizal.

Ia menjelaskan, pemerintah mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi yang intensif kepada masyarakat sehingga proses penataan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan tertib. Masyarakat memahami bahwa penataan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dan mendukung pembangunan kawasan ke depan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, , menyampaikan bahwa penataan kawasan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Menurutnya, kawasan Rukoh merupakan salah satu wajah penting Kota Banda Aceh karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

“Kawasan Rukoh merupakan salah satu wajah penting Kota Banda Aceh karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penataannya harus dilakukan secara menyeluruh agar lebih teratur, nyaman, dan mendukung mobilitas warga,” ujarnya.

Illiza menambahkan, pembangunan kota harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari aspek keselamatan, kenyamanan maupun kualitas lingkungan.

“Kita ingin ruang-ruang publik berfungsi sebagaimana mestinya. Drainase harus berjalan baik, pejalan kaki memiliki ruang yang aman, dan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan nyaman. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih tertata dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat Gampong Rukoh, para pedagang, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung proses penataan kawasan tersebut.

Berdasarkan rencana yang telah disusun Pemerintah Kota Banda Aceh, koridor Jalan Utama Rukoh akan ditingkatkan menjadi jalan perkotaan yang lebih representatif melalui pembangunan trotoar, normalisasi drainase, serta penataan bangunan pelengkap jalan.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperkuat aksesibilitas pejalan kaki, serta memperbaiki kualitas lingkungan kawasan secara menyeluruh.

Selama ini, keberadaan bangunan yang berdiri di atas saluran drainase menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Selain menghambat pekerjaan di lapangan, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu fungsi drainase yang berperan penting dalam mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan.

Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kawasan Rukoh dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih tertib, bersih, nyaman, dan mendukung perannya sebagai salah satu kawasan pendidikan utama di ibu kota Provinsi Aceh.