Gampong Film Hadirkan Ruang Kebudayaan, Edukasi, dan Kemanusiaan

Avatar photo

Redaksi

24 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Gampong Film Hadirkan Ruang Kebudayaan, Edukasi, dan Kemanusiaan

LHOKSEUMAWE, ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Abulyatama (BEM FH Unaya) berkolaborasi dengan Aceh Documentary menggelar program Gampong Film di RRI Lhokseumawe, Aceh. Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi terhadap karya film dokumenter lokal sekaligus menghadirkan hiburan, edukasi, literasi, dan refleksi sosial bagi masyarakat.

Melalui pemutaran film dokumenter karya sineas dan anak-anak muda lokal, Gampong Film tidak hanya menyuguhkan tontonan, tetapi juga mengajak masyarakat melihat berbagai realitas sosial, kebudayaan, sejarah, hingga persoalan yang berkembang di tengah masyarakat melalui perspektif audiovisual.

Kehadiran program tersebut menunjukkan bahwa film dokumenter memiliki peran lebih luas sebagai medium pendidikan publik. Karya audiovisual dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran kritis, memperkuat literasi masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan realitas di lingkungannya.

Kolaborasi BEM FH Unaya dan Aceh Documentary juga menjadi gambaran bahwa gerakan mahasiswa tidak terbatas pada ruang akademik dan organisasi. Mahasiswa memiliki peran sosial untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui kebudayaan, kreativitas, literasi, serta kegiatan sosial.

Film dan Kepedulian Sosial

Salah satu bagian penting dalam rangkaian Gampong Film adalah aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan kebudayaan dan hiburan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. Masyarakat yang hadir tidak hanya diajak menikmati karya film, tetapi juga diberikan ruang untuk menumbuhkan solidaritas dan membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.

“Film dapat membuka mata, tetapi kepedulian menggerakkan tangan,” menjadi pesan yang menggambarkan semangat kegiatan tersebut.

Dari sebuah ruang pemutaran film, Gampong Film menghadirkan perjumpaan antara karya, kebudayaan, pendidikan, dan kemanusiaan. Film tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan sosial dan mendorong lahirnya tindakan nyata.

Program Gampong Film diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang bagi sineas muda dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan karya-karya lokal kepada masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga menjadi contoh bahwa organisasi mahasiswa dan komunitas kreatif memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat.

Pada akhirnya, karya tidak hanya dinilai dari apa yang ditampilkan di layar, tetapi juga dari nilai dan dampak yang mampu dihadirkannya bagi kehidupan. Ketika kreativitas dipadukan dengan kepedulian, film dapat menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.