Diskusi Sastra Syariat Musafir Digelar di Banda Aceh, Hadirkan Nab Bahani AS sebagai Pembicara

Avatar photo

Mirza Putra

18 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Diskusi Sastra Syariat Musafir Digelar di Banda Aceh, Hadirkan Nab Bahani AS sebagai Pembicara

THETIMESNEWS.ID |Banda Aceh – Majelis Seniman Aceh (MaSA) akan menggelar Diskusi Sastra Buku Syariat Musafir karya Thayeb Loh Angen (Muhammad Thaib bin Sulaiman) pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di Kantin Seniman, Taman Budaya Aceh.

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan refleksi sastra yang mengangkat nilai-nilai spiritualitas serta pemahaman syariat dalam perspektif karya sastra berbentuk syair rubai. Buku Syariat Musafir dinilai menawarkan perjalanan pemikiran yang menyentuh aspek ruhani dan kebijaksanaan hidup melalui pendekatan sastra yang mendalam.

Sebagaimana informasi yang didapatkan oleh thetimesnews.id dari sang penulis, Thayeb Loh Angen, diskusi sastra tersebut akan menghadirkan Nab Bahani AS sebagai pembicara utama yang akan mengulas isi, pesan, serta gagasan yang tertuang dalam buku Syariat Musafir. Sementara itu, jalannya diskusi akan dipandu oleh Din Saja selaku moderator.

Buku Syariat Musafir merupakan karya sastra berbentuk syair rubai yang mengangkat tema perjalanan spiritual dan pemahaman syariat Islam dalam kehidupan. Dalam materi promosi kegiatan, karya tersebut digambarkan sebagai “perjalanan ruhani dan pemahaman syariat dalam bingkai rubai yang menggugah kesadaran dan kebijaksanaan.” Buku ini diketahui diterbitkan oleh The Gayo Institute, sebagai bagian dari kontribusi penerbit dalam mendukung pengembangan literasi dan khazanah sastra di Aceh.

Kegiatan sastra ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, mulai pukul 20.00 WIB, di Kantin Seniman, Taman Budaya Aceh, dan diselenggarakan langsung oleh Majelis Seniman Aceh (MaSA).

Sebagaimana informasi yang diterima thetimesnews.id, kegiatan ini terbuka bagi pegiat sastra, mahasiswa, komunitas literasi, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sastra dan kebudayaan Aceh.

Melalui kegiatan ini, MaSA diharapkan dapat terus menghadirkan ruang dialog kebudayaan yang produktif, sekaligus memperkuat minat literasi dan apresiasi terhadap karya sastra lokal di Aceh.