THETIMESNEWS.ID | Banda Aceh — Camat Samalanga, Muhammad Rizal, SE, MM, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) Ikatan Pemuda Pelajar Samalanga (IPPSM) Banda Aceh sebagai momentum penting dalam mempererat persatuan mahasiswa sekaligus melahirkan gagasan konstruktif bagi pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Rizal, SE, MM kepada salah satu Steering Committee (SC) MUBES IPPSM Banda Aceh, Kamis siang, 21 Mei 2026, dalam pertemuan yang membahas berbagai persiapan pelaksanaan MUBES serta harapan besar terhadap kontribusi mahasiswa bagi kemajuan daerah di masa mendatang.
Menurut Muhammad Rizal, keberadaan organisasi mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat hubungan antargenerasi, serta menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sosial dan pembangunan kampung halaman.
Ia berharap pelaksanaan MUBES IPPSM Banda Aceh tidak hanya menjadi agenda rutin atau seremonial tahunan semata, melainkan mampu menghasilkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan MUBES IPPSM Banda Aceh. Organisasi mahasiswa harus menjadi wadah yang mampu mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan, serta melahirkan generasi muda yang peduli terhadap daerah,” ujar Muhammad Rizal, SE, MM.
Lebih lanjut, Camat Samalanga itu mengajak seluruh mahasiswa asal Samalanga dan Simpang Mamplam yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi agar terus menjaga solidaritas, persatuan, dan semangat kebersamaan dalam berorganisasi.
Menurutnya, dinamika perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Namun demikian, semangat persaudaraan, musyawarah, dan tujuan bersama harus tetap menjadi prioritas utama demi menjaga keutuhan organisasi.
Muhammad Rizal juga menekankan pentingnya mahasiswa mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Samalanga dan Simpang Mamplam bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda terdidik.
“Mahasiswa adalah generasi emas masa depan. Nantinya mereka akan menjadi pemimpin daerah, tokoh masyarakat, akademisi, maupun pelaku di berbagai sektor penting lainnya. Karena itu, sejak sekarang harus dibangun semangat kepedulian terhadap kampung halaman,” katanya.
Ia menilai mahasiswa memiliki kapasitas besar untuk menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, baik dalam menyampaikan aspirasi maupun gagasan yang bersifat membangun. Dengan kemampuan berpikir kritis dan wawasan akademik yang dimiliki, mahasiswa dinilai dapat memberi kontribusi positif di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, Muhammad Rizal turut mengapresiasi eksistensi IPPSM Banda Aceh yang selama ini dinilai aktif menjaga hubungan kekeluargaan antarmahasiswa asal Samalanga dan Simpang Mamplam. Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang menjadi wadah yang produktif, inovatif, dan mampu mencetak kader-kader berkualitas.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks di tengah perkembangan zaman dan teknologi. Oleh sebab itu, organisasi mahasiswa harus mampu menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan kapasitas diri, serta tempat lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas.
“MUBES ini harus menjadi momentum evaluasi dan perbaikan organisasi ke arah yang lebih baik. Jangan sampai organisasi hanya aktif saat pergantian kepengurusan saja, tetapi harus terus hadir memberi manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, panitia pelaksana MUBES IPPSM Banda Aceh mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan Camat Samalanga terhadap agenda tersebut. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi panitia dan mahasiswa untuk terus menjaga eksistensi organisasi serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi daerah.
Panitia menyampaikan bahwa MUBES IPPSM Banda Aceh dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 di Aula Kantor Camat Samalanga. Kegiatan tersebut akan dihadiri mahasiswa asal Samalanga dan Simpang Mamplam yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan.
Hingga saat ini, jumlah mahasiswa yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta MUBES mencapai sekitar 100 orang. Para peserta merupakan mahasiswa asal Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
Tingginya antusiasme mahasiswa terhadap agenda tersebut dinilai menjadi pertanda kuat bahwa semangat persatuan dan kepedulian terhadap organisasi masih terjaga dengan baik. Panitia berharap kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah, memperkuat kolaborasi, serta melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin maju.
Di akhir keterangannya, Muhammad Rizal, SE, MM kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kecamatan Samalanga untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dilakukan mahasiswa.
“Kami percaya mahasiswa memiliki potensi besar untuk membawa perubahan. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kekompakan, memperkuat persatuan, dan ikut andil dalam pembangunan Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.


Komentar via Facebook