TimesNews.id – Saat berolahraga atau beraktivitas di cuaca panas, tubuh tidak hanya kehilangan cairan melalui keringat. Bersama keringat, berbagai elektrolit penting seperti natrium dan kalium ikut terbuang. Padahal, kedua mineral ini berperan krusial dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.
Dalam situasi seperti ini, minuman isotonik kerap menjadi pilihan utama. Bukan tanpa alasan, minuman jenis ini disebut mampu menghidrasi tubuh lebih cepat dibandingkan air putih biasa, terutama setelah menjalani aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Lantas, apa sebenarnya minuman isotonik dan seberapa besar manfaatnya bagi tubuh? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu Minuman Isotonik?
Minuman isotonik, yang kerap disebut juga minuman olahraga atau sports drink, adalah minuman yang mengandung elektrolit seperti natrium, klorida, kalium, fosfat, kalsium, dan magnesium. Kandungan ini dirancang khusus untuk menggantikan cairan dan mineral yang hilang saat tubuh berkeringat.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Felicia Suganda, menjelaskan bahwa komposisi cairan dalam tubuh manusia didominasi oleh air.
"Tubuh kita ini, 60 hingga 65 persen terdiri dari air atau cairan. Di dalam cairan tersebut, sebenarnya ada air dan elektrolit," jelas dr. Diana dalam acara peluncuran minuman Powerade bertajuk "Power Your Hydration" di kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/5/2026).
Menurut dr. Diana, elektrolit memegang peranan besar dalam menyeimbangkan cairan tubuh. Tanpa keseimbangan yang tepat, berbagai fungsi tubuh dapat terganggu.
Manfaat Minuman Isotonik bagi Tubuh
Setidaknya ada empat manfaat utama yang bisa diperoleh dari konsumsi minuman isotonik, terutama setelah beraktivitas fisik yang menguras keringat.
1. Menjaga Keseimbangan Cairan Tubuh
Natrium dan kalium merupakan dua mineral utama yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Keduanya dapat ditemukan dalam minuman isotonik.
Ketika berkeringat, tubuh kehilangan cairan sekaligus elektrolit. Mengonsumsi minuman isotonik membantu menggantikan keduanya secara simultan.
"Rehidrasi menggunakan kombinasi elektrolit yang tepat akan sangat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan internal sekaligus mengoptimalkan fungsi otot dan saraf," papar dr. Diana.
2. Menghindari Tekanan Darah Tidak Stabil
Ketidakseimbangan cairan di dalam dan luar sel tubuh dapat berdampak langsung pada tekanan darah. Kondisi ini bisa memicu tekanan darah terlalu rendah atau hipotensi, maupun tekanan darah terlalu tinggi atau hipertensi.
"Tensi bisa naik-turun. Kadang bisa nge-drop, jadi hipo atau bahkan hipertensi," ujar dr. Diana.
Kandungan natrium dan kalium dalam minuman isotonik disebutnya mampu membantu menjaga keseimbangan cairan sehingga fluktuasi tekanan darah dapat dihindari.
3. Meningkatkan Kualitas Tidur
Manfaat lain yang mungkin jarang diketahui adalah pengaruh minuman isotonik terhadap kualitas tidur. dr. Diana menjelaskan bahwa elektrolit mengandung magnesium, mineral yang memiliki fungsi relaksasi otot.
"Magnesium ini membantu merelaksasi otot dan meningkatkan kualitas tidur," ungkapnya.
Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi mereka yang kerap beraktivitas hingga larut malam dan mengalami kesulitan tidur. Dengan otot yang lebih rileks, tidur pun menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.
4. Menjaga Kesehatan dan Fungsi Otot
Kram otot seringkali menjadi tanda awal bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi. Elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium memiliki peran penting dalam proses kontraksi dan relaksasi otot.
Ketika kadar elektrolit dalam tubuh menurun, otot menjadi lebih mudah mengalami kram, terasa lemas, hingga cepat lelah saat digunakan beraktivitas fisik. Mengonsumsi minuman isotonik setelah berolahraga dapat membantu mencegah kondisi ini.
Minuman Isotonik vs Kopi, Mana Lebih Baik?
Di tengah gaya hidup modern yang kerap mengandalkan kopi sebagai penyemangat, dr. Diana justru memberikan peringatan. Menurutnya, kopi memang memberikan efek stimulan sesaat, tetapi memiliki sifat diuretik.
"Kalau kopi, bikin kita ada stimulan sesaat. Tapi sifatnya diuretik, justru dia akan mengeluarkan elektrolit yang dibutuhkan," jelas dr. Diana.
Artinya, kopi justru memperparah kehilangan elektrolit. Untuk tujuan rehidrasi setelah beraktivitas fisik, minuman isotonik jauh lebih direkomendasikan.
Namun demikian, penting juga untuk memerhatikan kandungan gula dalam minuman isotonik yang dikonsumsi. Pilihlah produk dengan kadar gula yang sesuai agar manfaat yang didapat tidak terganggu oleh asupan kalori berlebihan.
Powerade Hadir sebagai Official Drink FIFA World Cup 2026
Untuk mendukung gaya hidup masyarakat modern yang aktif berolahraga dan sering terpapar cuaca panas, PT Coca-Cola Indonesia menghadirkan Powerade, minuman isotonik yang juga telah ditunjuk sebagai official sports drink FIFA World Cup 2026.
President Director Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, mengungkapkan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut akan digelar pada 11 Juni 2026.
"Jadi, minuman ini akan dikonsumsi oleh atlet-atlet dunia," kata Eva dalam acara peluncuran yang sama.
Di Indonesia, Powerade hadir dalam dua varian. Chintamy Ruliana Dewi, Brand Representative Powerade Coca-Cola Indonesia, menjelaskan perbedaan keduanya.
Powerade Active Blue dirancang khusus untuk atlet dan mereka yang menjalani aktivitas dengan intensitas tinggi. Sementara itu, Powerade Active White ditujukan untuk konsumsi sehari-hari dengan rasa yang lebih segar.
"Untuk yang White itu sendiri, dengan refreshment taste juga, flavors yang lebih segar," tutur Chintamy.
Acara peluncuran tersebut juga dihadiri oleh selebriti Fanny Ghassani, yang dikenal aktif membagikan konten wellness di laman pribadinya. Fanny mengaku bahwa kedua varian Powerade menawarkan formula hidrasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
"Membuat saya bisa leluasa memilih mana yang paling pas dengan fokus saya hari itu," ujar Fanny.
Kesimpulan
Minuman isotonik bukan sekadar pelepas dahaga. Kandungan elektrolitnya memberikan manfaat nyata bagi keseimbangan cairan tubuh, stabilitas tekanan darah, kualitas tidur, hingga fungsi otot. Bagi Anda yang aktif berolahraga atau sering beraktivitas di cuaca panas, minuman ini bisa menjadi pilihan cerdas untuk rehidrasi cepat.
Namun, tetap perhatikan label kemasan. Pilih produk dengan kandungan gula yang tidak berlebihan agar manfaat yang didapat optimal. Dan ingat, untuk tujuan rehidrasi pasca-aktivitas fisik, minuman isotonik jauh lebih baik dibanding kopi yang justru bersifat diuretik.
Dengan hadirnya Powerade sebagai minuman resmi FIFA World Cup 2026, publik Indonesia kini memiliki opsi minuman isotonik berkelas dunia yang dapat diandalkan untuk mendukung gaya hidup aktif sehari-hari.
FAQ
Apa perbedaan minuman isotonik dengan air putih? Air putih hanya menggantikan cairan yang hilang, sementara minuman isotonik menggantikan cairan sekaligus elektrolit seperti natrium dan kalium yang ikut terbuang saat berkeringat.
Kapan waktu terbaik mengonsumsi minuman isotonik? Minuman isotonik paling bermanfaat dikonsumsi setelah berolahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi, atau saat beraktivitas di cuaca panas yang menyebabkan keringat berlebih.
Apakah aman mengonsumsi minuman isotonik setiap hari? Untuk orang sehat dengan aktivitas fisik normal, konsumsi sesekali setelah olahraga lebih dianjurkan. Konsumsi harian sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi penderita hipertensi atau diabetes.
Apakah minuman isotonik bisa menggantikan air putih? Tidak. Air putih tetap menjadi sumber hidrasi utama sehari-hari. Minuman isotonik adalah pelengkap untuk situasi tertentu saat tubuh kehilangan banyak elektrolit.
Apa perbedaan Powerade Active Blue dan Active White? Active Blue dirancang untuk atlet dan aktivitas intensitas tinggi, sementara Active White memiliki rasa lebih segar dan ditujukan untuk konsumsi sehari-hari.
Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan dr. Diana Felicia Suganda dalam acara peluncuran Powerade di Jakarta, serta keterangan resmi dari PT Coca-Cola Indonesia. Informasi bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai saran medis tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.


Komentar via Facebook