Aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026 di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, tidak separah narasi kekacauan yang beredar di Medsos

Avatar photo

FIYANTINO

27 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026 di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, tidak separah narasi kekacauan yang  beredar di Medsos

Jakarta - Unjuk rasa oleh berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa (seperti aliansi AMPB, AMDB, hingga kelompok pendukung program pemerintah) umumnya berfokus pada penyampaian tuntutan spesifik, seperti desakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan evaluasi kebijakan.

Pimpinan DPR RI, sempat menemui perwakilan massa secara langsung di kompleks parlemen untuk mendengarkan aspirasi dan mencapai kesepakatan tertulis.

Meski sempat ada titik-titik ketegangan kecil atau penyesuaian arus lalu lintas (rekayasa lalin situasional oleh Polda Metro Jaya), secara umum aktivitas perkotaan dan pengamanan aparat dapat mengendalikan situasi sehingga tidak meledak menjadi kerusuhan massal berskala besar seperti narasi "suram" di Medsos.

Kontras dengan Hoaks di Medsos

Kecenderungan Dibesar-besarkan. Menjelang hari-H, beberapa akun di media sosial menyebar narasi provokatif, mulai dari prediksi lumpuhnya total kota Jakarta, bentrokan berdarah, hingga hoaks penjarahan massal yang bertujuan menciptakan kepanikan (panic buying atau ketakutan publik).

Isu-isu yang memuat ketegangan kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendulang atensi sehingga realitas aksi damai atau dinamika di gedung legislatif dibingkai seolah-olah Negara sedang berada di ambang krisis keamanan.

Dinamika sosial-politik yang disuarakan melalui aksi massa tetap berjalan sebagai bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang; lebih terkontrol dibanding bayangan horor yang diproduksi para Orang Jahat.

Oleh : Opa Jappy | Seputaran Gedung MPR RI

Reporter: Fiyantino