THETIMESNEWS.ID | Jakarta — Perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dinilai membawa perubahan besar dalam dunia akuntansi dan audit. Meski teknologi semakin canggih, AI disebut belum mampu menggantikan peran akuntan dan auditor sepenuhnya, melainkan hadir sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja profesional di bidang keuangan.
Perubahan ini menjadi perhatian berbagai kalangan akademisi dan praktisi akuntansi seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan data keuangan dan proses audit.
Pemanfaatan AI dalam sektor akuntansi dan audit semakin berkembang, khususnya dalam membantu proses analisis data, pemeriksaan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan. Kehadiran teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat pekerjaan teknis yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama.
Namun demikian, fungsi pengambilan keputusan, penilaian profesional (professional judgment), hingga aspek etika masih menjadi domain penting yang memerlukan keterlibatan manusia, khususnya auditor dan akuntan profesional.
Profesi akuntan, auditor, serta pelaku usaha menjadi pihak yang paling terdampak oleh transformasi digital ini. Perguruan tinggi, lembaga pendidikan profesi, hingga perusahaan juga mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan kompetensi baru di bidang teknologi informasi dan analisis data.
Fenomena transformasi digital dalam dunia akuntansi berlangsung secara global dan semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia pada 2025, seiring meningkatnya pemanfaatan AI di berbagai sektor industri dan jasa keuangan.
Pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis modern mendorong perusahaan untuk bekerja lebih cepat, efisien, dan akurat. AI dinilai mampu membantu mendeteksi kesalahan data, menganalisis pola transaksi, hingga mengurangi risiko human error dalam audit laporan keuangan.
Meski begitu, para ahli menilai AI tetap memiliki keterbatasan, terutama dalam memahami konteks bisnis, pertimbangan etis, serta pengambilan keputusan strategis yang membutuhkan pengalaman dan intuisi manusia.
Transformasi ini mendorong profesi akuntan untuk tidak hanya menguasai pembukuan dan laporan keuangan, tetapi juga meningkatkan kemampuan di bidang digital, analisis data, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Akuntan masa kini dituntut lebih adaptif terhadap perubahan teknologi agar tetap relevan dan memiliki daya saing di masa depan. AI dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra kerja yang membantu mempercepat proses audit dan meningkatkan kualitas hasil kerja.
Dengan demikian, dunia akuntansi kini memasuki era baru yang semakin berbasis teknologi. Kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama agar profesi akuntan dan auditor tetap dibutuhkan di tengah percepatan transformasi digital global.
Referensi:
Widyakusuma, A., Luneto, A. R., & Djuri, P. A. (2025). Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam audit laporan keuangan: Tinjauan fungsional dan etika. Economics and Digital Business Review, 6(2), 1253–1263.
Handayani, M., Utami, N. P., & Juanda, M. A. (2025). Pengaruh teknologi Artificial Intelligence (AI) dan big data dalam proses audit. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan (JAKPT), 3(2), 435.


Komentar via Facebook