Aceh Timur Apresiasi Hibah Rp2 Miliar dari Padang, Perkuat Solidaritas Antardaerah untuk Pemulihan Pascabanjir

Avatar photo

Mirza Putra

01 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Aceh Timur Apresiasi Hibah Rp2 Miliar dari Padang, Perkuat Solidaritas Antardaerah untuk Pemulihan Pascabanjir

THETIMESNEWS.id |PADANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Kota Padang, Kamis (26/6/2026), sebagai bentuk apresiasi atas bantuan hibah keuangan senilai Rp2 miliar yang diberikan untuk mendukung percepatan rehabilitasi wilayah terdampak banjir di Aceh.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dipimpin Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Adlinsyah, dan diterima di Balai Kota Padang oleh jajaran Pemerintah Kota. Kunjungan tersebut menjadi simbol penguatan solidaritas antardaerah dalam mendukung pemulihan pascabencana.

Dalam pertemuan itu, Adlinsyah menyampaikan bahwa bantuan dari Pemerintah Kota Padang tidak hanya bernilai sebagai dukungan fiskal, tetapi juga mencerminkan kepedulian dan semangat gotong royong antarpemerintah daerah.

"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Ini adalah bukti bahwa di tengah kesulitan, kita tidak sendiri. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk mempercepat proses pemulihan dan membangun kembali wilayah yang terdampak banjir," ujar Adlinsyah.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari skema hibah antardaerah yang diinisiasi melalui arahan Menteri Dalam Negeri agar pemerintah daerah yang tidak terdampak bencana memanfaatkan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk membantu daerah yang sedang melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Padang mengalokasikan total bantuan sebesar Rp5 miliar kepada tiga daerah di Aceh, yakni Rp2 miliar untuk Kabupaten Aceh Timur, Rp2 miliar untuk Kabupaten Aceh Tamiang, dan Rp1 miliar untuk Kabupaten Aceh Utara. Seluruh dana telah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing pada 19 Juni 2026.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, mengatakan pihaknya memahami pentingnya percepatan pemulihan bagi daerah terdampak bencana karena Kota Padang juga pernah mengalami situasi serupa.

"Kami percaya bahwa bantuan keuangan harus disertai kepedulian. Kepedulian itu harus terlihat, bukan hanya tertulis. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Timur," kata Corri.

Sementara itu, proses penyaluran hibah antardaerah di Aceh terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data pemutakhiran per 22 Juni 2026, delapan kabupaten/kota penerima bantuan dari pemerintah daerah di Sumatera Utara telah menyelesaikan penetapan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dan seluruh dana telah masuk ke RKUD.

Adapun bantuan dari pemerintah daerah di Sumatera Barat juga telah berjalan di 14 kabupaten/kota penerima. Hanya Kabupaten Pidie Jaya yang masih menunggu pencairan bantuan dari Kota Solok, sementara bantuan untuk Kabupaten Aceh Singkil yang berasal dari Kota Payakumbuh dan Kota Bukittinggi masih dalam proses administrasi.

Kunjungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur ke Kota Padang juga menjadi implementasi anjuran Menteri Dalam Negeri agar pemerintah daerah penerima hibah menyampaikan apresiasi secara langsung kepada daerah pemberi bantuan, sekaligus membangun transparansi kepada publik.

Langkah tersebut dinilai menjadi contoh praktik baik dalam memperkuat kolaborasi antardaerah, sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembangunan, tetapi juga sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi bencana.