10 Hari Kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlalu, Upaya Stabilisasi Lokasi Terus Berlangsung

Avatar photo

FIYANTINO

11 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

10 Hari Kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlalu, Upaya Stabilisasi Lokasi Terus Berlangsung

Kabupaten Tangerang - Memasuki hari ke-10 sejak kebakaran melanda Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pemerintah pusat dan berbagai unsur lintas instansi terus mengintensifkan operasi pemadaman. Penanganan ini dilakukan secara terpadu melalui jalur darat maupun udara untuk memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan hingga tuntas, (10/7/2026).

Kebakaran yang terjadi sejak 30 Juni 2026 tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran (STDK) sebagai langkah percepatan penanganan kebakaran TPA. Sejak hari pertama, seluruh sumber daya dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang membakar kawasan TPA dengan luas terdampak sekitar 14–15 Hektar.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai instansi, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, relawan, serta unsur Forkopimda yang bekerja tanpa henti selama proses penanganan kebakaran TPA.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh BNPB, pada tahap awal penanganan sedikitnya 300 personel gabungan disiapkan dan diterjunkan ke lokasi kejadian kebakaran TPA. Serta Operasi tersebut didukung oleh 19 unit mobil pemadam kebakaran, 4 unit mobil tangki air, 8 unit excavator, 8 unit bulldozer, 3 unit helikopter water bombing, serta 2 unit drone untuk pemantauan kondisi di lapangan. Dalam perkembangan berikutnya, jumlah personel yang terlibat meningkat hingga sekitar 600 personel gabungan seiring penguatan operasi pemadaman dan pendinginan.

Sementara itu, pada hari pertama penanganan, BPBD Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menghadapi besarnya area yang terbakar. Pemerintah juga meminta dukungan BNPB dengan mengoperasikan dua helikopter water bombing, sebelum kemudian dibantu kekuatan udara yang ditambah sesuai dengan kebutuhan operasi penanggulangan Kebakaran TPA tersebut.

Di lapangan, petugas tidak hanya melakukan penyemprotan air secara intensif. Alat berat juga terus dioperasikan untuk membongkar timbunan sampah sehingga titik api yang berada jauh di dalam tumpukan sampah (deep seated fire) agar dapat dijangkau. Selain itu dilakukan metode penutupan menggunakan tanah guna memutus suplai oksigen yang menyebabkan bara api terus menyala.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas yang utama. Pemantauan kualitas udara juga terus dilakukan secara berkala mengingat pada fase awal kebakaran konsentrasi partikel PM2.5 sempat berada pada kategori sangat berbahaya, sehingga pemerintah terus melakukan mitigasi untuk meminimalkan dampak terhadap kesehatan masyarakat sekitarnya.

Dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran tersebut, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BNPB dan seluruh instansi yang terlibat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor berhasil menekan titik panas api secara signifikan sehingga area yang masih aktif terus menyusut dan memasuki tahap pendinginan.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan seluruh tahapan operasi telah dilaksanakan secara terukur sejak hari pertama kejadian. Pemadaman dilakukan secara simultan melalui jalur darat menggunakan armada pemadam dan alat berat, serta melalui jalur udara dengan dukungan helikopter water bombing agar proses pengendalian api berlangsung lebih efektif dan cepat padam.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga terus melakukan evaluasi harian terhadap perkembangan kondisi di lapangan sehingga strategi pemadaman dapat disesuaikan dengan situasi terkini. Koordinasi lintas instansi berlangsung secara intensif agar setiap sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal hingga seluruh titik api dipastikan padam dan Aman kembali untuk lingkungan di sekitarnya.

Peristiwa kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi perhatian luas masyarakat karena merupakan satu fasilitas utama pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang. Kejadian ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional, meningkatkan mitigasi risiko kebakaran TPA, memperbaiki sistem pemantauan dini, serta memperkuat kesiapsiagaan untuk menghadapi musim kemarau dikemudian hari.

Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau kepada seluruh  masyarakat untuk tetap tenang, tetap mengikuti informasi resmi pemerintah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Hingga hari ke-10 ini pascakebakaran TPA tersebut, seluruh unsur yang tergabung dalam satuan tugas penanganan kebakaran masih bekerja keres di lapangan dan memastikan operasi pemadaman akan terus berlangsung dan dilaksanakan hingga kondisi TPA Jatiwaringin benar-benar dinyatakan aman kembali.(**)