THETIMESNEWS.ID |MEDAN – Sebuah video yang diduga memperlihatkan sepasang pria dan wanita tengah menyalahgunakan narkotika menggunakan perangkat yang dikenal sebagai “pod getar” beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.
Video tersebut diunggah oleh salah satu akun instagram.com? dan memperlihatkan seorang laki-laki serta perempuan dalam kondisi diduga tidak sadar penuh, berbicara tidak jelas, serta menunjukkan perilaku yang mengarah pada kondisi sakau.
Rekaman berdurasi sekitar 20 detik itu disebut-sebut diambil di sebuah apartemen di Kota Medan dan mulai beredar luas di media sosial pada 16 Mei 2026. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait identitas maupun status hukum pihak yang diduga berada dalam video tersebut.
Apa Itu “Pod Getar”?
Fenomena “pod getar” belakangan menjadi perhatian karena diduga sering dikaitkan dengan penyalahgunaan narkotika melalui perangkat rokok elektrik (vape) jenis pod.
Penyidik Fungsional Ahli Muda pada Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Hasiholan Mangasitua Siboro, menjelaskan bahwa perangkat pod pada dasarnya merupakan rokok elektrik. Namun, dalam sejumlah kasus ditemukan penyalahgunaan dengan mengganti cairan (liquid) vape menggunakan zat terlarang.
“Banyak disalahgunakan dengan cara menggantikan cairan liquid dengan zat terlarang berbahan sintetis, seperti etomidate, ketamin, bahkan kokain,” ujar Hasiholan saat dihubungi thetimesnews.id, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, istilah “pod getar” bukan berasal dari nama alat tersebut, melainkan merujuk pada efek yang dialami pengguna akibat zat berbahaya yang dikonsumsi.
Ia menyebut dampak penyalahgunaan zat tersebut dapat sangat serius, mulai dari halusinasi berat, gangguan mental, hilangnya kesadaran, hingga berisiko menyebabkan kematian.
BNN juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus peredaran narkotika yang kini semakin beragam, termasuk melalui cairan vape dengan aroma atau rasa buah-buahan yang dapat mengecoh pengguna, terutama kalangan muda.
Hasiholan berharap upaya pencegahan melalui edukasi dan gerakan anti-narkoba terus diperkuat di tengah masyarakat.
“Siapapun harus ikut menyampaikan bahaya narkoba agar masyarakat tidak terjebak dalam penyalahgunaannya,” ujarnya. (Fiqih)
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan keterangan narasumber. Identitas pihak yang diduga terlibat belum dapat diverifikasi secara independen, serta asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan.


Komentar via Facebook