Ngopi Penuh Keakraban, Ketua Bawaslu Aceh Jaya Bersama Direksi thetimesnews.id di D’Expresso Samalanga

Avatar photo

Redaksi

16 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ngopi Penuh Keakraban, Ketua Bawaslu Aceh Jaya Bersama Direksi thetimesnews.id di D’Expresso Samalanga

THETIMESNEWS.ID | Bireuen – Di tengah padatnya aktivitas dan dinamika kehidupan sosial, momen sederhana seperti duduk bersama sambil menikmati secangkir kopi sering kali menjadi ruang paling hangat untuk mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang positif. Suasana seperti itulah yang tergambar dalam pertemuan santai antara Ketua Bawaslu Aceh Jaya, Afzal, bersama Direksi thetimesnews.id, Mirza, di D’Expresso Samalanga, pada Jumat, 16 Mei 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Menariknya, momen kebersamaan itu terjadi secara tidak direncanakan. Kebetulan, pada hari yang sama, Afzal tengah berada di kawasan Samalanga karena memiliki agenda keluarga di kawasan Dayah MUDI Mesra Samalanga. Di waktu yang hampir bersamaan, Mirza selaku Direksi thetimesnews.id juga sedang berada di Samalanga untuk sejumlah aktivitas dan agenda pribadi.

Pertemuan yang awalnya hanya sebatas saling menyapa itu kemudian berlanjut menjadi obrolan santai sambil menikmati kopi khas Aceh di salah satu kedai favorit masyarakat setempat, D’Expresso Samalanga. Dalam suasana nonformal dan jauh dari kesan kaku, diskusi hangat pun mengalir begitu alami.

Beragam topik menjadi bahan pembicaraan, mulai dari dinamika sosial kemasyarakatan, perkembangan daerah, pentingnya menjaga hubungan silaturahmi, hingga perkembangan media digital yang kini semakin cepat dan dinamis. Meski berlangsung sederhana, pertemuan tersebut terasa penuh makna karena menghadirkan ruang komunikasi yang cair dan terbuka.

Bagi masyarakat Aceh sendiri, budaya ngopi bukan sekadar rutinitas menikmati minuman, melainkan bagian dari tradisi sosial yang sudah mengakar kuat. Meja kopi sering kali menjadi tempat lahirnya ide, bertukar pandangan, hingga mempererat hubungan antarsesama. Tidak heran jika momentum sederhana seperti ini justru menghadirkan suasana diskusi yang lebih hangat dan penuh kekeluargaan.

Direksi thetimesnews.id, Mirza, dalam suasana santai tersebut menyampaikan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi saat ini. Menurutnya, media harus tetap hadir dengan informasi yang akurat, berimbang, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Komunikasi dan silaturahmi seperti ini penting untuk terus dijaga. Kadang, dari obrolan santai sambil ngopi justru lahir banyak pemikiran positif dan pandangan yang membangun,” ujarnya di sela suasana santai.

Sementara itu, suasana akrab tampak begitu terasa sepanjang pertemuan berlangsung. Sesekali obrolan ringan diselingi canda, menciptakan atmosfer yang hangat dan nyaman. Hal itu memperlihatkan bahwa hubungan baik tidak selalu dibangun dalam ruang formal, melainkan bisa tumbuh dari pertemuan sederhana yang berlangsung tanpa sekat.

D’Expresso Samalanga sendiri menjadi tempat yang tepat bagi pertemuan tersebut. Dengan suasana nyaman khas kedai kopi modern yang dipadukan dengan budaya ngopi masyarakat Aceh, lokasi itu seakan menjadi saksi lahirnya percakapan santai namun sarat makna.

Pertemuan antara Ketua Bawaslu Aceh Jaya dan Direksi thetimesnews.id ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan masing-masing, menjaga silaturahmi tetap menjadi hal penting. Sebab, hubungan baik yang dibangun melalui komunikasi sederhana dapat menjadi fondasi kuat dalam mempererat kebersamaan dan saling memahami.

Momentum kebersamaan di Samalanga itu pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan. Sebuah pertemuan yang mungkin terjadi secara kebetulan, namun meninggalkan kesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dan komunikasi yang sehat.

Karena pada akhirnya, terkadang pertemuan terbaik memang datang tanpa rencana—berawal dari kebetulan, lalu berubah menjadi silaturahmi yang penuh makna di atas secangkir kopi.

“Di Aceh, kopi bukan hanya soal rasa, tetapi tentang cerita, persaudaraan, dan silaturahmi.”