KAI Siapkan Jalur Kereta Banda Aceh–Bandar Lampung, Investasi Capai Rp350 Triliun

Avatar photo

Mirza Putra

14 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KAI Siapkan Jalur Kereta Banda Aceh–Bandar Lampung, Investasi Capai Rp350 Triliun

THETIMESNEWS.ID | NASIONAL – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan rencana besar pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra yang akan menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Proyek strategis tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatra.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian Sumatra menjadi salah satu prioritas jangka panjang yang akan dijalankan bersama pemerintah.

“Berdasarkan arahan dari Bapak Presiden, pengembangan jaringan di Pulau Sumatra diarahkan untuk menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung,” ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Saat ini, jaringan kereta api di Sumatra masih beroperasi dalam beberapa segmen yang terpisah dan belum membentuk koridor terpadu dari utara hingga selatan pulau. Jalur yang ada baru melayani sejumlah wilayah seperti Bandar Lampung–Palembang, Bandar Lampung–Lubuk Linggau, sebagian wilayah Medan, serta sebagian wilayah Padang.

Sebagai tahap awal, KAI memprioritaskan penyambungan jalur kereta api di Sumatra bagian utara dengan menghubungkan Banda Aceh dan Besitang, Sumatra Utara. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 478 kilometer dan saat ini tengah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Jalur Banda Aceh–Besitang merupakan bagian dari program reaktivasi lintasan kereta api yang telah lama tidak beroperasi. Koridor tersebut mencakup lintasan Banda Aceh–Sigli sepanjang sekitar 80 kilometer dan Sigli–Bireuen–Lhokseumawe–Besitang sepanjang kurang lebih 398 kilometer.

Selain di Aceh dan Sumatra Utara, KAI juga merencanakan reaktivasi sejumlah jalur lama di Sumatra Barat dengan total panjang mencapai 248,5 kilometer. Jalur yang akan dihidupkan kembali antara lain Naras–Sungai Limau, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbanang, Muarakalaban–Sawahlunto, Padang Panjang–Batubalik, Batubalik–Solok, hingga Solok–Muarakalaban.

Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), KAI juga memasukkan sejumlah pembangunan jalur baru yang akan memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah. Beberapa koridor yang direncanakan meliputi Rantau Prapat–Dumai, Duri–Pekanbaru, Pekanbaru–Rengat, Rengat–Jambi, Kertapati–Tarahan–Bakauheni, serta Lubuk Linggau–Bengkulu dengan total panjang sekitar 1.110 kilometer.

Di sektor logistik, KAI menyiapkan pengembangan jalur angkutan batu bara Tanjung Enim Baru–Tarahan II. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalur baru dan peningkatan kapasitas lintasan eksisting dengan total panjang sekitar 313 kilometer.

Menurut Bobby, biaya pembangunan jalur kereta api baru di Sumatra diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar per kilometer untuk jalur tunggal (single track). Secara keseluruhan, kebutuhan investasi untuk mewujudkan jaringan kereta api yang tersambung dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung diperkirakan mencapai US$20–25 miliar atau sekitar Rp350 triliun.

Apabila terealisasi, proyek ini akan menjadi salah satu pembangunan infrastruktur transportasi terbesar di Indonesia dan diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Pulau Sumatra.